Jadilah SDM yang berkualitas, dengan berpikir kritis, analitis, logis, dan praktis

SEXUALITY: Puberty In Girls

Puberty is a time of many changes. A girl’s body starts changing after about age 8. many girls worry that they are not developing fast enough, or are concerned if they develop before their friends do. Remember, each person has her own timetable. Some girls start puberty early, and some start later.

Most of the changes of puberty are caused by chemicals called “hormones” that the body starts to produce. The main female hormones are estrogen and progesterone.

Breasts start to grow when a girl is between 9 and 13. many girls are concerned about the size and shape of their breasts. Breasts come in many different sizes, so girls shouldn’t worry if theirs are different from their friend’. One breast may grow more quickly than the other; however, they will be about the same size when they finish growing. Pubic and underarm hair will start to grow next.

Menstrual period usually start between the ages of 11 and 15. however, periods can begin as early as 9 and as late as 17.

This is what causes a period: about once a month, a woman’s body gets itself ready for pregnancy. The lining of the womb, or uterus, start to thicken. About 2 weeks later, one of the ovaries releases an egg, or ovum. If sperm from a man’s body does not join with the egg, that is, it is not fertilized, then the thick lining of the uterus is not needed. In about another two weeks, her body gets rid of this lining through the vagina. This is called having a period, or menstruation.

Many women are uncomfortable or have cramps during their periods. Exercise, a heating pad or hot water bottle, and a pain reliever can help. If these ideas don’t work, ask a doctor or school nurse for help.

Periods usually last between 3 and 7 days. They may be longer or shorter, and bleeding may be heavier in some months than in others – especially when you first start having your period. Many things can affect your period, such as stress or sickness or fast weight loss. After a while, most women find that their periods become regular. Once periods are more regular, they happen about every 21 to 35 days, or 3 to 5 weeks.

If a women has intercourse then misses her period, she might be pregnant. If sperm joins with an egg a pregnancy begins. The fertilized egg attaches itself to the thick lining of her uterus and starts to grow. Her body does not get rid of the lining and she does not have a menstrual period.

The female hormones also cause a woman’s vagina to produce a discharge or mucus. This does not hurt or itch or smell bad. However, if you have a discharge that does hurt or itch or smell bad, see your doctor; you might have an infection.

Pimples or acne are a common problem. Some suggestions are to wash with plain soap, not eat foods with lots of fat, not use skin moisturizers, and use lotions with benzoyl peroxide which can be bought without prescription at a drug store. A doctor may also be able to prescribe medication.

Body odour is caused by perspiration. Many people stop it by washing often with regular or deodorant soap and using deodorants.

Girls usually grow quickly between 10 and 13. after their periods start, most grow about another inch or 3 centimeters. Most reach adult height by age 16.

Puberty may be a time of strong sexual feelings and fantasies. These feelings may be confusing or a worry or very pleasant. Daydreaming about kissing or sex, developing a crush, feeling romantic are all normal. Respect your body, respect yourself for what you are today, and demand respect from others.

If you want more information, you can read books on puberty. Or talk with someone you trust. You can call a local planned parenthood organization or Public Health Unit – see References / Resources.

 

 

 

Film yang bercerita tentang seorang anak yang dikenal idiot dan bodoh dalam semua mata pelajaran di kelasnya. Tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolahnya dan selalu mendapatkan nilai nol pada semua mata pelajaran. Suka bolos dikelas, dan sering tidak memperhatikan gurunya saat gurunya sedang menerangkan. Sifatnya bertolak belakang dengan sifat kakaknya yang pintar dalam semua mata pelajaran dan selalu menjadi yang pertama dikelasnya.

Setelah orangtua nya merasa bahwa anak idiot itu tidak mampu lagi untuk melanjutkan sekolah di sekolah umum, maka orangtua anak tersebut memaksa anak itu untuk sekolah di sekolah asrama.

Perpisahan dengan orang tua terasa berat bagi si anak. Dan ibu nya yang paling tidak tega melepaskan anaknya tinggal di sekolah berasrama, dan tinggal jauh dari rumah.

Tetapi anak itu tetap tidak berubah, idiot, malas, dan selalu mendapatkan nilai yang jelek. Sampai-sampai orang tua nya tidak tahu lagi apa yang harus diperbuat. Padahal anak itu sudah ditempatkan di sekolah berasrama.

Hingga ada seseorang kesenian yang membantu anak tersebut, membantu untuk mengembangkan bakat imajinasi yang terpendam pada diri anak tersebut, yang selama ini sulit untuk di salurkan. Dengan bakat itulah, anak itu dapat berimajinasi melalui sebuah karya, lukisan. Dan akhirnya dengan bantuan guru tersebut, anak itu menemukan rasa percaya dirinya yang sempat hilang, dan tidak lagi malas-malasan seperti dulu, nilai yang dulunya jelek sekarang menjadi bagus, dan yang terpenting, bakat melukisnya masih tetap ada dengan sebuah imajinasi cemerlang yang datang dari khayalan dan visualisasinya yang hebat.

Patut ditonton bersama dengan keluarga, film ini dapat membuat kita meneteskan air mata karena alur didalam film tersebut sangat menyentuh dan mengharukan.

Mempelajari Bahasa Inggris, Part: 1

 

 

Banyak orang merasa bahwa dia pintar dalam bahasa inggris, tetapi apakah mereka benar-benar pintar dalam penerapannya?. Merasa pintar saja belum cukup untuk menguasai bahasa inggris, walaupun dia memang pintar dalam hal teori (grammar, phrases, dsb), tetapi itu benar-benar tidaklah cukup untuk memastikan bahwa seseorang itu menguasai dan mampu berbicara bahasa inggris dengan fasih. Kebanyakan orang memakai atau menulis bahasa inggris, hanya sebagai sesuatu yang iseng-iseng saja atau hanya sekedar guyonan, dan tidak bermakna didalam kehidupannya. Bahasa inggris hanya sebagai “angin” yang numpang lewat dihadapannya, dan kemudian hilang begitu saja. Harusnya di setiap kesempatan mereka benar-benar menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya saja seperti; banyak yang mem-posting status mereka di Facebook dengan menggunakan bahasa inggris, entah itu hanya sekedar iseng ataupun untuk pamer, entah kalimat itu salah ataupun benar, tetapi justru respon dan tanggapan dari teman-temannya untuk status itu adalah jauh dari pembahasan topik itu sendiri. Mereka tidak membalas status tersebut dengan menggunakan bahasa inggris, padahal lebih bagus lagi jika dia mengerti dan membalasnya dengan bahasa tersebut, dan membuat suatu guyonan didalamnya. Dan selanjutnya memulai sebuah diskusi ringan menggunakan bahasa inggris.

 

Mem-posting sesuatu dalam bahasa inggris saja belum cukup untuk menguasai bahasa inggris. tetapi itu tidaklah masalah, berarti di dalam hatinya, dia sangat ingin bisa berbahasa inggris. Tetapi sayangnya, tidak banyak dukungan dari sekelilingnya untuk mendukungnya dan memfasilitasi nya untuk berbahasa inggris. Disini faktor lingkungan sangat berpengaruh, memang saya akui, di Indonesia tidak begitu baik untuk mendapatkan lingkungan yang konsisten dengan bahasa inggris, yang selalu menggunakan bahasa inggris. Padahal, “speaking english” adalah salah satu cara yang paling ampuh dan dijamin, bahwa jika melakukannya terus menerus, maka akan menjadi suatu kebiasaan yang baik, dan akan membuat orang itu fasih dalam berbicara, dan tentunya lebih bagus lagi jika ada orang yang mengoreksinya apakah kalimat itu salah atau benar. harusnya ada orang di sekeliling kita yang turut membantu untuk mengoreksi kesalahan didalam “speaking english”. Dan teman seperti itu sangat susah sekali ditemukan. Yang mau berbagi suka dan duka dalam bahasa inggris. Dan selalu menggunakannya dimanapun dan kapanpun bertemu, entah itu hanya sapaan, “good morning”, dsb, itu saja sudah cukup bagus untuk memulai sesuatu yang baik, karena sesuatu yang besar itu dimulai dari hal-hal yang kecil.

 

Saya mempunyai cerita, ini pengalaman teman kost saya. Setelah dia mendengarkan dari saya sendiri bahwa bahasa inggris itu sangat penting untuk dipelajari. Saya menyuruhnya untuk memakai bahasa inggris di manapun dan kapanpun. Selanjutnya, dia menerapkannya, dia menggunakan bahasa inggris di kampusnya, walau hanya sekedar ucapan “what are you doing?”, “how are you?”. Tetapi apa? Lingkungan nya justru tidak menerima keberadaan nya dalam berbicara bahasa inggris. Teman-temannya bahkan tidak mengerti apa yang dikatakannya dan meledeknya dengan mengatakan; “halah, sok inggris kamu” , “ngomong apa kamu?” (mereka meledeknya dalam bahasa mereka; [jawa]). Tentu hal ini merupakan lingkungan yang negatif dimana kita tersudutkan oleh situasi seperti ini. Lingkungan yang benar-benar aneh untuk belajar “speaking english” dan tidak menerima keberadaan “penutur asing”. Tentunya ini tidak bagus untuk pemula, untuk pembelajar bahasa inggris yang mempunyai niatan baik, yang hanya ingin fasih untuk berbahasa inggris. Lingkungan negatif ini, yang jelas-jelas menolak keberadaan “beginner” dalam mempelajari bahasa inggris. Entah itu mereka tidak suka bahasa inggris, entah itu mereka tidak bisa bahasa inggris, entah itu mereka malu/segan berbahasa inggris didepan orang banyak, yang pasti, ini merupakan contoh lingkungan yang tidak baik untuk orang-orang yang benar-benar ingin belajar. Tetapi anehnya, kebanyakan dari orang-orang yang menolak tersebut, justru suka mendengarkan lagu-lagu berbahasa inggris. Tetapi hanya sekedar suka, namun tidak menerapkannya didalam kehidupan sehari-hari.

 

Faktor lingkungan mengambil peranan yang sangat vital dalam menguasai sebuah bahasa asing. Andaikan, jika anda mempelajari bahasa inggris kemudian anda pergi ke negara dimana bahasa inggris sebagai bahasa asli mereka (mis; US, UK, Australia, dll), maka hanya dalam kurun waktu 3-5 bulan anda akan fasih dalam berbahasa inggris. Mengapa? Karena anda diharuskan untuk berkomunikasi menggunakan bahasa tersebut dengan orang-orang disekitar anda. Walaupun anda tidak bisa atau tidak mengerti susunan grammar nya, mau tidak mau anda harus “speak” dengan bahasa tersebut. Dan segalanya berbau “English language”, mulai dari media televisi, makanan/minuman, koran/majalah, tempat-tempat umum, dsb. Maka jangan heran anda nanti bisa menguasai suatu bahasa dengan cepat dan fasih, karena dengan dukungan lingkungan yang positif. Lain halnya jika lingkungan di Indonesia, yang tentunya untuk benar-benar mempelajarinya butuh waktu bertahun-tahun untuk mempelajarinya dengan kondisi lingkungan yang kurang mendukung.

 

Dan sekarang, di kontrakan saya, selalu menggunakan bahasa inggris, tetapi memang belum semuanya bisa menerima keberadaan saya dan teman saya dalam menggunakan bahasa inggris. Masih ada beberapa orang yang menggunakan bahasa Jawa antar sesama Jawa. Tetapi Insya Allah, dalam waktu dekat ini, kita menerapkan “speaking english” di dalam kehidupan sehari-hari. Ini bukan teori, buktinya; teman sekamar saya sekarang sangat optimis dalam “speaking english”, dikamarnya sekarang banyak ditempeli kertas-kertas tentang vocabulary english, dan dipintunya bertuliskan “English Area”. Dan juga, ia sering berbicara bahasa inggris dengan saya kapanpun. Ini merupakan sebuah awal yang baik, semangat yang positif dan motivasi, juga didukung dengan adanya faktor lingkungan yang baik.

 

Ini tidak saja berlaku untuk bahasa inggris, tetapi juga dalam bahasa asing apapun yang kalian pelajari, mis; bahasa Jerman, Spanyol, dll. Anda harus terus konsisten “speaking” dengan teman-teman yang benar-benar memahami dan mengerti keingingan anda, dengan bahasa asing yang tentunya kalian sukai. Dan kita lihat, 20 tahun yang akan datang sudah berapa banyak bahasa asing yang kalian kuasai? Apakah masih tetap hanya “bahasa Indonesia”, ataukah ada tambahan bahasa-bahasa asing lain? Mempelajari bahasa tidaklah sesulit yang kita bayangkan, tetapi juga tidak semudah yang dipikirkan. Intinya, dengan kemauan dan semangat yang positif, dan konsisten dalam memperdalam bahasa tersebut, maka kita bisa menguasainya. Dan, jangan sampai komunitas-komunitas disekeliling anda, yang jelas-jelas tidak menerima keberadaan anda untuk menggunakan bahasa asing, lantas membuat anda patah semangat di tengah jalan. Tetaplah terus berkarya, dan terus semangat dalam meraih mimpi !!

 

 

 

 

Sumber: Tulisan Pribadi

 

 

AMERIKA;  ILMU, BISNIS, KEMUDIAN POWER

 

 

Jika anda menyebut prestasi anak manusia di abad ke 20, maka disitu bertaburan nama-nama orang Amerika. Ya, negeri ini benar-benar menjadi tanah impian bagi manusia-manusia yang haus akan prestasi dunia. Disinilah kebebasan, bertemu dengan cita-cita anak manusia. Disinilah semangat bertemu dengan kompetisi. Dan disinilah fantasi bertemu dengan ilmu pengetahuan. Maka jangan heran dari sinilah banyak terlahir keajaiban-keajaiban dunia lewat tangan anak manusia. Inilah American Dream.

Berdirinya negara raksasa Amerika sebenarnya bercikal bakal dari terbitnya buku “Common Sense” yang di tulis Thomas Paine. Buku ini membakar kesadaran rakyat Amerika bahwa mereka berada dalam jajahan Inggris yang sewenang-wenang. Buku yang terbit sekitar tahun 1776 ini menjadi titik awal revolusi kesadaran hebat di hati warga Amerika. Dalam waktu tiga bulan, buku ini terjual lebih dari 1000 copy, tak hanya para pendiri negara seperti George Washington atau Benjamin Franklin yang tergerak, tetapi jutaan warga negara Amerika. Puncaknya adalah revolusi Amerika yang berakhir dengan kemerdekaan negeri itu, 4 Juli 1776.

Pembebasan Amerika dari Inggris, semangat kebebasan yang di bakar dengan ilmu pengetahuan, serta spirit meraih kejayaan menciptakan banyak keajaiban di kemudian hari. Penemuan-penemuan penting di Inggris dilanjutkan dengan makin hebat di daratan Amerika dengan hampir tanpa hambatan, karena paham kebebasan yang didengungkan di sana.

Ketika di Eropa penuh darah karena perang yang sering berkecamuk, Amerika sibuk belajar, belajar dan bekerja. Tak heran jika banyak ilmuwan dan orang cerdas Inggris pindah ke Amerika. Salah satunya adalah Samuel Slater yang dianggap sebagai bapak Industralisasi Amerika. Pelarian dari Inggris ini membangun Pabrik Tekstil di Amerika dengan sistem produksi terbaru. Ia sukses membangun sampai 13 pabrik dengan kekayaan terkumpul hampir mencapai 1 juta dollar. Ia menjadi salah satu hartawan awal di Amerika Serikat.

Kebebasan Amerika juga menarik bangsa lain, salah satunya Du Point dari Perancis yang negerinya terbakar oleh Revolusi. Pindah ke Amerika, ia membangun pabrik bubuk mesiu berkualitas. Dan kini perusahaan Du Point menjadi salah satu perusahaan kimia terbesar di dunia.

Ilmu pengetahuan, semangat belajar dan industrialisasi berjalan makin cepat. Lokomotif uap yang ditemukan George Stephenson di Inggris (1829) segera diterapkan di Amerika sebagai sarana transportasi yang penting di benua raksasa itu. Komunikasi makin lancar setelah ditemukan Telegraf (1838) oleh Samuel Morse. Alexander Graham Bell kemudian menyempurnakan telepon (1876) di Amerika dan membesarkannya dengan ilmu bisnisnya. Ia membangun perusahaan AT & T (American Telephone and Telegraph Company) yang membuatnya kaya raya. Penemuan besar terus menerus tercipta termasuk penemuan bola lampu oleh Thomas Alfa Edison yang membuat dunia terang benderang dengan mudah. Ia juga membangun perusahaan General Electric yang kemudian menjadi perusahaan terbesar di Amerika.

Amerika makin bersinar setelah dilakukan pengolahan minyak yang efisien oleh John Rockefeler (sekitar 1857) lalu dilanjutkan mobil yang walaupun sebenarnya ditemukan di Jerman namun baru bisa di produksi secara massal di Amerika oleh Henry Ford (1903). prestasi anak manusia sepertinya semakin tak terbendung dengan munculnya pesawat terbang yang walaupun dirintis sejak ilmuwan muslim sampai Leonardo da Vinci ratusan tahun sebelumnya, namun disempurnakan oleh Wright bersaudara di Amerika di awal abad 19.

inovasi anak manusia terus mengelinding. Televisi yang sangat berpengaruh bagi perkembangan pendidikan, budaya, dan ekonomi dunia kemudian ditemukan J.L Baird di Inggris (1925) namun lagi-lagi dikembangkan di Amerika oleh Vladimir Zworkin. Lalu tahun 1981, Amerika meluncurkan komputer pribadi (PC: Personal computer) nya yang pertama kali, bermerek IBM. Pengembangan teknologi informasi menciptakan dunia komputer yang makin canggih dan inovasi-inovasi turunannya seperti penemuan Internet, email, sampai Facebook.

Dengan sentuhan bisnis, hampir semua penemuan besar dibungkus dengan cantik oleh Amerika sehingga kekayaan berlimpah menghampiri mereka. Maka tak aneh ketika ilmu dan kekayaan di tangan, maka kekuatan dan kekuasaan dunia pun di raih. Tiba-tiba saja Amerika jadi penguasa dunia, di hampir semua bidang kehidupan manusia sepanjang abad 20 ini.

 

 

 

 

 

Sumber: Buku Keajaiban Belajar, Yunsirno (penemu metode kampoenk Jenius)

 

Redupnya Sang Pelita

 

Dr. Kenneth David, ekonom ternama yang menyiapkan World Bank Survey 1980, tentang staus edukatif dan ekonomis masyarakat religius di dunia, menerbitkan buku berjudul; “The Cultural Environment of International Business.” (Lingkungan Budaya Bisnis Internasional). Pada tahun 1996, UNDP juga menyampaikan laporan tentang anggota PBB, termasuk negara-negara muslim. Disampaikan betapa rendahnya kualitas keilmuan di negara-negara muslim saat ini. Dari total 260.000 artikel yang diterbitkan setiap tahun tentang riset ilmu pengetahuan dan teknologi, hanya sekitar 1% diterbitkan di negara-negara muslim. Jumlah total alumni S3 atau Ph.D (Doktor) yang dihasilkan 450 Universitas di dunia muslim, setiap tahun hanya lebih dari 500, sementara di negara Inggris saja, jumlahnya mencapai 3000. jumlah Doktor di India saja lebih banyak dari total jumlah Doktor di seluruh dunia muslim. Jumlah total insinyur dan ilmuwan di dunia muslim malah kurang dari jumlah ilmuwan di Perancis, padahal penduduk Perancis hanya sekitar 60 juta dibanding negara-negara muslim yang mencapai 1,3 miliar. Dari setiap 1 juta penduduk, jumlah ilmuwan atau pakar ilmu di AS mencapai sekitar 4000 orang, di Jepang 5000 orang, sementara di dunia muslim hanya mencapai 230 orang. Dan dari setiap 1 juta penduduk, jumlah asisten riset di dunia barat mencapai 1000 orang, namun di dunia muslim hanya sekitar 50 orang. Mengapa ini terjadi? Tak tergolong aneh karena ternyata total jumlah universitas di AS saja mencapai 5.758 universitas, di India ada 8.407 universitas, sementara gabungan keseluruhan universitas di negara-negara muslim hanya mencapai 600 universitas. Di dunia barat 98% orang lulus sekolah dasar (SD), dan sekitar 40% pemuda nya melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Sedangkan di dunia muslim, sekitar 50% warganya yang lulus SD dan kurang lebih 2% pemudanya yang melanjutkan ke universitas. Untuk penerbitan buku, di Inggris saja diterbitkan 2000 buku per 1 juta orang per tahun. Sedangkan di Mesir hanya 20 buku. Sementara itu sejak 1982, untuk setiap 1 juta penduduk per tahun, dunia Arab menghasilkan 40 judul. Padahal jumlah buku rata-rata yang diterbitkan dunia adalah 162 judul. Setiap tahun dunia Arab menerjemahkan 330 buku. Jumlah itu hanya 1/5 dari jumlah yang diterjemahkan oleh negara kecil Eropa, Yunani saja. Sedangkan Spantol menterjemahkan 100.000 buku per tahunnya. Itulah fakta-fakta yang menunjukkan bahwa dunia Islam yang pernah menjadi pelita dunia ratusan tahun, kini meredup, entah untuk tahun-tahun selanjutnya.

 

 

Sumber: Buku Keajaiban Belajar, Yunsirno (penemu metode kampoenk Jenius)

LEARN BASICS OF INDONESIA LANGUAGE, Part 3

 

  • for foreigner only
  • The Words which red is commonly or mostly used in the literature and poetry
  • The Words which blue is have been added by either prefix or suffix (affix)
  • The Words which grey is an option word. No problem if you choose not to use this word in a sentence. It’s an optional and up to you
  • The words which green is word obtained by an assimilation with the traditional cultures or it’s totally taken by its cultures, such as; absorbed from Java language, sunda language, and so on)

 

 

(The Following words is words which taken or obtained directly from english language to be used or owned by indonesia language itself. It’s also because indo-language have numerous amount of the lack of vocabularies. And this sources can ease someone who want to learn indo-language, and makes someone understand and to memorize the words quickly because it’s also quite have a similarity or even same entirely in english language or the other languages around the world)

 

Manipulasi : Manipulation

Korupsi : Corruption

Asimilasi : Assimilation

Internasional : International

Nasional : National

Komunitas : Community

Grup : Group

Tim : Team

Inspirasi : Inspiration

Motivasi : Motivation

Mental : Mental

Psikologi : Psychology

Motor : Motorcycle

Piknik : Picnic

Rekreasi : Recreation

Panik : Panic

Ironi : Ironic

Komputer : Computer

Mesin : Machine

Literatur : Literature

 

And many more words of an absorption like those.

 

Meal : Makanan

food : Makanan

drink : Minuman

drinking water : Air putih / Air minum

drunk : pemabuk / peminum

cook : memasak

 

 

 

 

Sleep : Tidur

Wake up : bangun

Get up : bangun

Sleepy : ngantuk

Hungry : lapar

Thirsty : haus

Starvation : kelaparan

Thirstiness : kehausan

Lack of … : kekurangan(ex; lack of foods = kekurangan makanan)

 

 

I’m Sleepy now : Saya mengantuk / saya ngantuk

(it’s okay if you not to use word “sekarang” which means; “now” since structure in indo quite different with english language)

 

(you need to know, indo-lang have a new prefix. The prefix is “ng”. It’s mostly spoken by youngster or teenagers. It’s a slang, ex; “saya ngantuk”, the word formal is “saya mengantuk”. And many more.)

 

I’m hungry now, I want to eat something: Saya lapar (sekarang), saya ingin makan

(to eat something : makan)

 

Do you want something to eat? : Apakah kamu ingin makan?

(the origin meaning of “something to eat” is “sesuatu untuk dimakan”. Something; “sesuatu”. But you can say it just “makan”, it’s more simple, not makes someone get confused and the meaning of it is still same although it has been changed)

 

Do you want something to drink? : Apakah Kamu ingin minum?

(same case with above)

 

Do you have something to eat? : Apakah kamu punya sesuatu untuk di makan? (origin meaning)

Kamu punya makanan? (formal)

Anda punya makanan? (polite request)

Ada makanan? (informal / daily use)

Punya makanan gak? (slang request)

 

gak / nggak (slang) : Tidak (formal / official)

 

 

Are you hungry? : Apakah kamu lapar?

Are you thirsty? : Apakah kamu haus?

 

Yes, I’m / yes, I’m hungry : Iya, saya lapar

No, I’m not hungry : tidak, saya tidak lapar

 

Who’s cooking : siapa yang memasak / masak?

 

I’m starving : saya lapar

 

You don’t hungry, do you? : kamu tidak lapar, kan?

(in this case, tag question. You should add “kan” in the end of the question to determine that it’s a tag question)

 

You hungry, don’t you? : Kamu kapar, kan?

You thirsty, don’t you? : Kamu haus, kan?

They don’t hungry, do they? : Mereka tidak haus, kan?

Don’t they thirsty? : Bukankah mereka haus?

Don’t you need to get sleep? : Bukankah kamu perlu tidur?

I need to take a rest : Saya butuh Istirahat

 

Need to : Butuh / perlu

Take a rest : Istirahat

 

He is a drunk : Dia adalah seorang pemabuk

He is a student : Dia adalah seorang pelajar

She is a professor : Dia adalah seorang profesor

I’m not a student : Saya bukan seorang pelajar

Is she a teacher : Apakah dia seorang guru?

He is a student, isn’t he : Dia seorang pelajar, kan?

 

(“seorang” is “a” in english)

 

(If you get confused with grey words, whether you use or not to use them, just ignore them (grey colour words)!! just follow a whole of the sentence. The origin meaning)

 

 

 

 

 

 

 

LEARN BASICS OF INDONESIA LANGUAGE, Part 2

 

  • for foreigner only
  • The Words which red is commonly or mostly used in the literature and poetry
  • The Words which blue is have been added by either prefix or suffix (affix)
  • The Words which grey is an option word. No problem if you choose not to use this word in a sentence. It’s an optional and up to you
  • The words which green is word obtained by an assimilation with the traditional cultures or it’s totally taken by its cultures, such as; absorbed from Java language, sunda language, and so on)

     

 

Should : Sebaiknya, Seharusnya, Semestinya, Harus(nya), Sebaiknya

Shouldn’t / Mustn’t : Tidak harus, Seharusnya tidak

 

Will : Akan

Will not / Won’t : Tidak akan

Going to : Akan

 

Want : Ingin (Formal)

Want : Mau (Informal / A Slang)

Don’t want : Tidak ingin

 

Can : Dapat / Bisa / boleh

Can’t : Tidak Dapat / Tidak bisa / Tidak boleh

 

Go : Pergi

Go out : Keluar

Go home : Pulang

Walk : jalan

Hang out : (Pergi) Jalan-jalan / cuci mata

(word “cuci mata” is a modern slang, it’s means “clean eyes”. It’s used when someone urge or invite the others to hang out. And surely we’ll meet so many beautiful girls outside while we hang out, we named it “cuci mata”, clean or refresh your eyes with enjoying panorama of the beautiful girl’s body or something like that. But this is not impolite word, even sometimes this word can be a joke)

 

With : Bersama / Bersama dengan

Accompanied by : Bersama dengan / bersama / di temani oleh / di dampingi

 

Friend : Teman

Friends : Teman-teman

Girlfriend : Pacar

Boyfriend : Pacar

 

Mother / Dad : Ayah / Bapak

Father / Mom : Ibu

Grandmother : Nenek

Grandfather : Kakek

Grandson : cucu laki-laki

Granddaughter : cucu perempuan

 

Male / Man : laki-laki / lelaki / cowok

Female / Woman : perempuan / wanita

Girl : gadis / cewek

(you need to know that word “cowok” and “cewek” is a modern slang and both of them frequently used by teenagers, in the big city, modern, students of university, and also spoken by television in a love cinemas, in a love things. It has been a new slang here)

 

My : ku

Your : mu

Her / his : nya

Their : mereka

our : kita / kami

(all words above is a possessions)

 

To : Ke

 

School : Sekolah

University : Universitas (Formal)

College / Campus : Kampus (Informal)

City : Kota

Village : Desa (modern) / Kampung (Traditional)

 

Alone : Sendiri, Seorang diri

 

(word “desa” mostly spoken by those who stay and live in the city, modern people, a word formal, we can find it in the education things like; books, school, university, library, etc. And word “kampung” is more traditional than “desa” and not many educated people and a modern student in the big city spoke it, many villagers spoke it, but it’s okay if you want to use it)

 

Day : Siang

Night : Malam

Dusk : Petang, Senja

Dawn : Fajar, Subuh, Dini hari

(there’s an assimilation in Indonesia, between our language and Islam cultures, it’s need to you know that word “Subuh” means “take a prayer in the mosque at about 04:30 am, for a muslim”, we called it “subuh” or “shubuh”. A name of the prayer time. But currently it has been used totally as a word that means “dawn”)

 

Morning : Pagi

Good morning : Selamat pagi !!

Afternoon : Siang

Good afternoon : Selamat siang !!

Evening : Sore

Good evening : Selamat malam !!

Good night : Selamat tidur !!

(although “evening” means “sore”, but in “good evening” it means “selamat malam” , it’s not “selamat sore”)

 

 

this night : Malam ini

this morning : Pagi ini

this day : Siang ini

 

at day : pada siang hari

at night : pada malam hari

 

 

 

I will go to the college with my friends : Saya akan pergi ke kampus bersama teman-temanku

I won’t hang out with my friend : Saya tidak akan pergi jalan-jalan bersama temanku

I want to go to the college alone : Saya ingin pergi ke kampus seorang diri

She is going to walk to her home : Dia akan berjalan ke rumahnya

They can go to the village at this night : Mereka bisa pergi ke desa malam ini

With my girlfriend, I wanna hang out : Dengan pacarku, saya akan pergi jalan-jalan

We mustn’t go to the city at night : Kita tidak harus pergi ke kota pada malam hari

You should not go home now : Kamu seharusnya tidak pulang sekarang

 

 

 

Tag Cloud